El Salvador Catat Profit US$100 Juta dari Investasi Bitcoin
El Salvador, yang dikenal sebagai negara paling vokal dalam mengadopsi Bitcoin, mencatat keuntungan belum terealisasi menembus angka US$100 juta. Hal ini terjadi setelah harga Bitcoin menyentuh rekor tertinggi baru di US$89.950 pada 12 November.
Berdasarkan data dari Spot on Chain pada Rabu (13/11), total kepemilikan Bitcoin El Salvador saat ini mencapai 5.939 BTC, dengan nilai sekitar US$522,2 juta atau setara Rp8 triliun. Keuntungan belum terealisasi tersebut mencapai US$103,7 juta, atau sekitar Rp1,6 triliun.
Sebagai informasi, keuntungan yang belum terealisasi merujuk pada laba “di atas kertas” sebagai hasil dari nilai investasi yang belum dijual, keuntungan semacam ini merupakan selisih antara harga beli aset dan nilai saat ini.
Baca juga: Bhutan Terungkap Miliki Bitcoin Senilai Rp11,9 Triliun, Lampaui El Salvador
Mengundang Perhatian Presiden El Salvador
Seiring dengan kenaikan harga Bitcoin, Presiden El Salvador, Nayib Bukele, mengungkapkan kebanggaannya di platform media sosial X, menekankan keberhasilan negara tersebut dalam mencatatkan keuntungan signifikan dari investasi ini.
“Sudah saya bilang,” tulis Bukele di X.
El Salvador secara resmi menerapkan Undang-Undang Bitcoin pada 7 September 2021, menjadikannya sebagai negara pertama di dunia yang mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran sah. Menyusul aturan ini, Bukele juga mengumumkan telah mulai membeli Bitcoin pertamanya, ketika harga aset tersebut berkisar di US$51.000.
Langkah El Salvador dalam mengadopsi Bitcoin telah mendapat perhatian dari banyak regulator, khususnya International Monetary Fund (IMF) yang pada tahun 2022 mengeluarkan peringatan bahwa penggunaan Bitcoin dapat mengganggu stabilitas ekonomi negara.
Sejak saat itu, IMF telah sering memberikan peringatan kepada El Salvador mengenai risiko Bitcoin sebagai mata uang yang sah. Pada Oktober 2024, IMF meminta El Salvador untuk untuk membatasi eksposur pemerintah terhadap aset kripto, serta mempersempit “ruang lingkup hukum Bitcoin.”
Kendati demikian, El Salvador tampaknya tidak bergeming terhadap peringatan tersebut, sebab pemerintahnya justru tampak semakin menjajaki peluang pemanfaatan Bitcoin di negaranya. Bahkan, negara tersebut telah mengembangkan operasi mining Bitcoin sendiri menggunakan energi panas bumi dari gunung berapi Tecapa.
Baca juga: El Salvador Berhasil Tambang 474 BTC dengan Energi Panas Bumi
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
'Semua akan menarik': Para ahli memperingatkan tarif Trump kemungkinan akan menggagalkan rencana IPO kripto
Tindakan Cepat Keputusan Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif pada semua mitra dagang negara kemungkinan akan mengganggu rencana perusahaan kripto untuk go public karena ketidakpastian pasar, kata para ahli kepada The Block. "Anda tidak bisa IPO ke dalam pasar yang runtuh seperti tahun 2008," kata Austin Campbell, CEO perusahaan pembayaran WSPN dan dosen tambahan di Universitas New York.

Peluang IPO Circle menurun di Polymarket di tengah gejolak tarif Trump
Peluang bahwa penerbit stablecoin USDC, Circle, akan meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) tahun ini telah turun hingga 25% di Polymarket. Perkiraan terjadinya IPO Circle tahun ini mencapai puncaknya pada 96% awal pekan ini setelah perusahaan mengajukan prospektus, tetapi sejak itu, tarif Presiden Trump telah mengguncang pasar, menyebabkan beberapa perusahaan mempertimbangkan kembali IPO mereka.

Codex, startup di balik blockchain yang berfokus pada perusahaan untuk stablecoin, mengumpulkan $15,8 juta dalam putaran pendanaan awal yang dipimpin oleh Dragonfly
Codex mengumpulkan $15,8 juta dalam pendanaan awal dalam putaran yang dipimpin oleh Dragonfly Capital, menurut pengumuman pada hari Jumat. Startup ini sedang membangun blockchain yang ditujukan untuk stablecoin di Optimism.

Tiga bulan berlalu: Bo Hines tentang memimpin strategi kripto Gedung Putih
Bo Hines, direktur eksekutif Dewan Penasihat Presiden untuk Aset Digital, mengatakan bahwa pertemuan puncak kripto di masa depan dapat difokuskan pada bursa dan penambang. Hines juga berbicara tentang alasan di balik cadangan bitcoin dan persediaan kripto.

Berita trending
LainnyaHarga kripto
Lainnya








