Bitcoin Cetak Rekor Harga Baru, Market Cap Lampaui Perak
Harga Bitcoin terus melambung mendekati level US$90.000, dengan kapitalisasi pasar yang meroket menembus angka US$1,75 triliun. Peningkatan ini menjadikan Bitcoin kembali menyalip perak dan meraih posisi sebagai aset terbesar kedelapan dunia.
Pada Selasa (12/11), harga Bitcoin untuk pertama kalinya mencapai US$89.900, atau sekitar Rp1,4 miliar, setelah mengalami kenaikan sebesar 10% dalam 24 jam terakhir.
Lonjakan ini melanjutkan tren positif Bitcoin selama sepekan, yang sebagian besar didorong oleh antusiasme pasar terkait pemilihan umum presiden Amerika Serikat yang digelar pada 5 November lalu.
Baca juga: Arti Kemenangan Donald Trump bagi Industri Kripto di AS
Kinerja ini juga telah mendorong volume perdagangan harian Bitcoin melewati angka US$135,9 miliar, dengan kapitalisasi pasar melonjak hingga 10% menjadi US$1,77 triliun.

Apresiasi harga signifikan Bitcoin baru-baru ini terutama didukung oleh sentimen positif industri kripto terhadap kemenangan Donald Trump, serta adopsi yang semakin meluas di kalangan investor institusi global ke dalam produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin.
Eric Balchunas, analis ETF dari Bloomberg, mencatat bahwa iShares Bitcoin Trust (IBIT) dari BlackRock telah mencatat volume perdagangan hingga US$4,5 miliar pada perdagangan Senin (11/11). Secara total, Balchunas mencatat bahwa Bitcoin Industrial Complex yang terdiri dari ETF, saham MicroStrategy, hingga saham Coinbase telah mencatat volume perdagangan mencapai US$38 miliar, sebuah rekor tertinggi baru.
Baca juga: Bitcoin Naik Lagi, Tembus Level US$89.000!
Menyalip Perak untuk Kedua Kalinya
Data terbaru dari CompaniesMarketCap menunjukkan bahwa Bitcoin kini berada di peringkat kedelapan aset terbesar di dunia, tepat di bawah Saudi Aramco dan melampaui posisi perak yang memiliki kapitalisasi pasar sedikit lebih rendah, sekitar US$1,71 triliun.

Pada Maret 2024, Bitcoin juga sempat mencapai posisi kedelapan ketika harga aset ini melonjak hingga US$73.700 dengan kapitalisasi pasar mencapai US$1,4 triliun. Pada saat itu, perak berada di posisi sembilan dengan nilai pasar sekitar US$1,3 triliun.
Namun, posisi Bitcoin sempat turun kembali ke peringkat kesembilan pada Mei, ketika harga perak meningkat dan mendorong kapitalisasi pasarnya hingga US$1,80 triliun, sementara kapitalisasi pasar Bitcoin merosot menjadi US$1,31 triliun akibat penurunan harga.
Baca juga: Harga Perak Kian Naik, Market Cap Kembali Salip Bitcoin
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
'Semua akan menarik': Para ahli memperingatkan tarif Trump kemungkinan akan menggagalkan rencana IPO kripto
Tindakan Cepat Keputusan Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif pada semua mitra dagang negara kemungkinan akan mengganggu rencana perusahaan kripto untuk go public karena ketidakpastian pasar, kata para ahli kepada The Block. "Anda tidak bisa IPO ke dalam pasar yang runtuh seperti tahun 2008," kata Austin Campbell, CEO perusahaan pembayaran WSPN dan dosen tambahan di Universitas New York.

Peluang IPO Circle menurun di Polymarket di tengah gejolak tarif Trump
Peluang bahwa penerbit stablecoin USDC, Circle, akan meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) tahun ini telah turun hingga 25% di Polymarket. Perkiraan terjadinya IPO Circle tahun ini mencapai puncaknya pada 96% awal pekan ini setelah perusahaan mengajukan prospektus, tetapi sejak itu, tarif Presiden Trump telah mengguncang pasar, menyebabkan beberapa perusahaan mempertimbangkan kembali IPO mereka.

Codex, startup di balik blockchain yang berfokus pada perusahaan untuk stablecoin, mengumpulkan $15,8 juta dalam putaran pendanaan awal yang dipimpin oleh Dragonfly
Codex mengumpulkan $15,8 juta dalam pendanaan awal dalam putaran yang dipimpin oleh Dragonfly Capital, menurut pengumuman pada hari Jumat. Startup ini sedang membangun blockchain yang ditujukan untuk stablecoin di Optimism.

Tiga bulan berlalu: Bo Hines tentang memimpin strategi kripto Gedung Putih
Bo Hines, direktur eksekutif Dewan Penasihat Presiden untuk Aset Digital, mengatakan bahwa pertemuan puncak kripto di masa depan dapat difokuskan pada bursa dan penambang. Hines juga berbicara tentang alasan di balik cadangan bitcoin dan persediaan kripto.

Berita trending
LainnyaHarga kripto
Lainnya








